Adhenarlin's Blog











{Desember 31, 2009}   Lampard dipermainkan wasit

Selasa, 22/12/2009 | 01:02 WIB

LONDON, KOMPAS.com – Frank Lampard mengungkapkan, dirinya masih trauma dengan kegagalan mengeksekusi penalti saat duel versus Manchester City, dalam lanjutan Premier League, 5 Desember silam. Karenanya, ia merasa dikerjai wasit Mike Dean, ketika harus mengulang penalti sebanyak dua kali, saat duel versus West Ham United, di pentas Premier League, akhir pekan silam.

Pada duel versus City, Lampard dipercaya melakukan ekesekusi penalti di menit ke-83. Saat itu, Chelsea ketinggalan 1-2. Kegagalan Lampard membuat skor itu bertahan hingga akhir laga. Lampard pun merasa bersalah kepada tim.

Sejumlah kalangan kemudian menyarankan pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, untuk menunjuk pemain lain sebagai eksekutor penalti. Namun, Ancelotti menilai, menunjuk pemain lain cuma akan merusak mental Lampard dan tim. Menurutnya, kesalahan Lampard merupakan hal biasa dan bukan alasan untuk menariknya dari tugas.

Ancelotti konsisten dengan ucapannya. Ketika Chelsea mendapat hadiah di laga versus West Ham. ia mendaulat Lampard untuk melakukan eksekusi dari titik putih. Sialnya, wasit menganulir penalti Lampard sampai dua kali, karena menilai, pemain lain sudah bergerak sebelum peluit berbunyi. Baru pada eksekusi ketiga, wasit menyatakan itu sah, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.

Mengulang eksekusi penalti sampai dua kali membuat Lampard gugup. Selain karena baru pertama kali, ia khawatir gagal pada salah satu eksekusi dan wasit mengesahkan itu. Meski berhasil, ia tetap merasa wasit sebetulnya tak perlu menganulir penalti sampai dua kali.

Selain kepada wasit, Lampard juga kecewa kepada teman-temannya. Menurutnya, seandainya pada duel versus City, rekan-rekannya masuk kotak penalti sebelum peluit berbunyi, wasit Howard Webb akan menganulir penaltinya yang gagal dan memberi kesempatan kedua. Ia yakin, akan sukses di kesempatan kedua dan Chelsea pun terhindar dari kekalahan.

“Aku tak pernah mengulang penalti sebelumnya. Aku tidak terlalu menikmati (mengeksekusi penalti sampai tiga kali). Aku tak butuh itu semua, terutama setelah gagal penalti beberapa pekan silam. Ketika Anda menyarangkan bola, rasanya menyenangkan. Namun, bila Anda harus mengulang, Anda merasa sesuatu yang buruk akan terjadi,” ujarnya.

” Aku yakin, (yang bergerak masuk ke kotak penalti sebelum peluit berbunyi) adalah pemain mereka dan pemain kami. Aku yakin, (sering terjadi) seseorang melakukan penalti ketika pemain lain masuk dalam kotak. Jadi, kenapa wasit memilih melakukan penalti sampai tiga kali? Aku tidak tahu. Aku berharap, aku diminta



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: