Adhenarlin's Blog











1. Pengertian Pengukuran.
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen.
Menurut para ahli, definisi pengukuran yaitu:
a. Menurut William Shockley pengukuran adalah perbandingan dengan standar.
b. Menurut Buana (www.fajar.co.id/news.php). Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mengetahui informasi atau data secara kuantitatif. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baik-buruknya, tidak menentukan siapa yang lulus dan tidak lulus.
c. Menurut Rusli Lutan (2000:21) pengukuran ialah proses pengumpulan informasi.
d. Menurut Gronlund yang dikutip Sridadi (2007) pengukuran : suatu kegiatan atau proses untuk memperoleh deskripsi numerik dan tingkatan atau derajat karakteristik khusus yang dimiliki
e. Menurut Allen Philips (1979: 1-2) a measure is the score that has been assigned on the basis of a test. ( Pengukuran adalah mencetak prestasi yang telah ditugaskan atas dasar suatuperjanjian.)
f. Menurut Kerlinger yang dikutip Sridadi (2007) pengukuran : sebagai pemberian angka-angka pada obyek atau kejadian-kejadian menurut suatu aturan tertentu.
g. Menurut Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.
h. Menurut Wolf (1984: 7) Measurement is the act of process of measuring.
(Pengukuran adalah tindakan dari proses dari mengukur.)

2. Pengertian Penilaian.
Penilaian adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek, seperti baik-buruk, efektif-tidak efektif, berhasil-tidak berhasil, dan semacamnya sesuai dengan kriteria atau tolak ukur yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut para ahli, definisi penilaian yaitu:
a. Menurut Buana (www.fajar.co.id/news.php). assessment adalah alih-bahasa dari istilah penilaian. Penilaian digunakan dalam konteks yang lebih sempit daripada evaluasi dan biasanya dilaksanakan secara internal. Penilaian atau assessment adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek, seperti baik-buruk, efektif-tidak efektif, berhasil-tidak berhasil, dan semacamnya sesuai dengan kriteria atau tolak ukur yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Menurut http://www.elook.org/dictionary/assessment.htm Definition of assessment: the classification of someone or something with respect to its worth.
( Definisi dari penilaian adalah penggolongan seseorang atau sesuatu berkenaan dengan harganya.)
c. Menurut Angelo (1991: 17) Classroom Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and often, on how well their students are learning what they are being taught. (Penilaian Kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat menggunakan fakultas (sekolah) untuk mengumpulkan umpan balik, awal dan setelahnya, pada seberapa baik para siswa mereka belajar apa yang mereka ajarkan.)
d. Menurut Suharsimi yang dikutip oleh Sridadi(2007) penilaian adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik-buruk →
bersifat kualitatif.
e. Menurut Depag yang dikutip Sridadi (2007) penilaian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa melalui kegiatan belajar mengajar yang ditetapkan sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
f. Menurut Rusli Lutan (2000:9) assessment termasuk pelaksanaan tes dan evaluasi. Asessment bertujuan untuk menyediakan informasi yang selanjutkan digunakan untuk keperluan informasi.

3. Pengertian Evaluasi.
Evaluasi adalah : suatu proses yang dirancang secara sistematis dan terencana dalam rangka untuk membuat alternatif-alternatif keputusan atas dasar pengukuran dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya
Menurut para ahli, definisi evaluasi yaitu:
a. Menurut Rusli Lutan (2000:22) evaluasi merupakan proses penentuan nilai atau kelayakan data yang terhimpun.
b. Menurut Buana (www.fajar.co.id/news.php). Evaluasi adalah suatu kegiatan atau proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan seperti program pendidikan termasuk perencanaan suatu program, substansi pendidikan seperti kurikulum, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, pengelolaan pendidikan, dan lain-lain.
c. Menurut Sridadi (2007) evaluasi : suatu proses yang dirancang secara sistematis dan terencana dalam rangka untuk membuat alternatif-alternatif keputusan atas dasar pengukuran dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya.
d. Allen Philips (1979: 1-2) evaluation is a complex term that often is misused by both teachers and students. It involves making decicions or judgements about students based on the extent to which instructional objectives are achieved by them. (evaluasi adalah suatu istilah kompleks yang sering disalahgunakan oleh para guru dan para siswa. Evaluasi melibatkan pembuatan keputusan atau penghakiman tentang para siswa didasarkan pada tingkat sasaran hasil yang dicapai oleh mereka.
e. Menurut Sutarsih dan Kadarsih yang dikutip oleh Sridadi (2007) evaluasi : suatu proses untuk memberikan atau menentukan nilai kepada obyek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.

KESIMPULAN :
1. Pengukuran.
Pengukuran adalah membandingkan suatu benda yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Pengukuran bersifat kuantitatif dari suatu obyek tertentu.
2. Penilaian.
Penilaian adalah suatu kegiatan menentukan nilai suatu objek atau mengambil suatu keputusan terhadap suatu obyek dan penilaian bersifat kualitatif.
3. Evaluasi.
Evaluasi adalah Penilaian hasil belajar yang didasarkan pada proses pengukuran yang valid dan reliabel.

Iklan


OBSERVASI
KONDISI SEKOLAH

NAMA SEKOLAH : SMP N 1 Karanganom NAMA MHS : Adhen Willy M

ALAMAT SEKOLAH : Jl. Raya Jatinom Penggung km. 4 NOMOR MHS : 07601241068

FAK/JUR/PRODI : FIK/ POR/ PJKR

NO Aspek yang diamati Deskripsi Hasil Pengamatan Keterangan
1 Kondisi fisik sekolah Secara keseluruhan kondisi sekolah dan penataan ruang rapi.

Baik.
2 Potensi siswa Siswa sering menjuarai event-event tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Memuaskan.
3 Potensi guru Banyak kejuaraan yang diraih, misalnya penelitian, karya ilmiah. Dan ada yang menjadi guru teladan dan mendapat biaya untuk melanjutkan studi dari Pemda Klaten.

Memuaskan.
4 Potensi karyawan Cukup membantu kinerja pendidik (guru) dan siswa.
Baik.
5 Fasilitas KBM, media 1. Kelas : dilengkapi tv, lcd dan vcd.
2. Lab Ipa : alat-alat praktek lumayan lengkap.
3. Lab Bahasa : Dilengkapi ac, tv, lcd dan vcd.
4. Lab Komp : kurang nyaman karena 1 komputer buat 2 siswa.
Lengkap.
6 Perpustakaan Buku yang disediakan masih kurang dan tata ruang kurang menarik jadi siswa merasa kurang nyaman.

Kurang.
7 Laboratorium Untuk laboratorium sudah lengkap dan memenuhi syarat dalam penyampaian KBM.
Baik
8 Bimbingan konseling Siswa sering keruang BK untuk konsultasi mengenai permasalahan yang dialami.
Baik.
9 Bimbingan belajar Guru dan siswa mampu berkomunikasi dengan baik dalam KBM.

Baik.
10 Ekstrakurikuler (pramuka, PMI, basket, drumband, dsb) Untuk siswa kelas XII wajib mengikuti pramuka dan KIR. Ada juga yang pilihan antara lain basket, renang, drumband, karawitan, dll.

Baik.
11 Organisasi dan fasilitas OSIS Organisasi OSIS bagus, karena dapat dukungan dari semua pihak

Baik.
12 Organisasi dan fasilitas UKS Ruangan UKS kurang nyaman apabila ada siswa yang membutukan pertolongan pertama.

Cukup.
13 Administrasi (karyawan, sekolah,
Dinding) Administrasi baik dinding maupun pembukuan ada.

Baik.
14 Karya Tulis Ilmiah Remaja Sudah berjalan dan banyak peminatnya.
Baik.
15 Karya Ilmiah oleh Guru Ada, dapat dibuktikan salah seorang guru pernah juara 3.
Baik.
16 Koperasi siswa Ada, namun kurang nyaman karena faktor tempat yang sempit.
Cukup.
17 Tempat ibadah Ada
Baik
18 Kesehatan lingkungan Kurang, masih banyak siswa yang membuang sampah disembarang tempat.

Cukup.
19 Lain-lain ……………………………………… Ada ruang ketrampilan untuk menjahit dan multimedia.
Baik.

Karanganom, 09 Februari 2010
Mengetahui,
Koordinator PPL Sekolah/ Instansi Mahasiswa

Hanud Setyawan, S.Pd Adhen Willy Munendra
NIP: 19720410 200701 1 027 NIM: 07601241068



{Desember 31, 2009}   olahraga yang aneh dan lucu


Jakarta, (tvOne)

Indonesia saat ini memiliki sebanyak 15 wasit renang indah yang bersertifikat Federasi Renang Internasional (FINA) dan layak untuk memimpin pertandingan renang indah baik ditingkat nasional, regional maupun internasional.

Ketua Bidang Renang Indah PB PRSI Fitrah Utami di Jakarta, Rabu (23/12), mengatakan, jumlah wasit renang indah yang telah memiliki sertifikat sebanyak 15 orang yang tersebar di beberapa daerah diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY dan Sulawesi Selatan. “Dari 15 wasit itu, yang saat ini diperbolehkan untuk memimpin pertandingan renang indah hanya lima wasit saja,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, sesuai aturan yang dikeluarkan oleh FINA, masing-masing negara hanya diberi kouta lima wasit saja yang bisa memimpin pertandingan resmi. Dengan demikian tidak semua wasit yang telah memiliki sertifikat bisa turun pada pertandingan resmi. Lima wasit yang saat ini berhak untuk memimpin pertandingan renang indah sesuai dengan keputusan FINA adalah Lia Y Herman (Jawa Barat) Fitrah Utami (DKI Jakarta), Aksa Amir (Sulawesi Selatan), Ragil Sugi Restu (DIY) dan Indah Ramaning (DKI Jakarta). “Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh wasit yang telah memiliki sertifikat. Mereka harus terus terlibat pada pertandingan regional maupun internasional,” katanya menerangkan.

Ia menambahkan, jika wasit yang telah ditunjuk FINA tidak melaksanakan apa yang telah ditetapkan, maka posisinya bisa digantikan oleh oleh wasit-wasit yang lain yang sebelumnya telah memiliki ataupun telah diseleksi oleh FINA. Sementara itu, Sekjen PB PRSI Tonny P Sastramihardja berharap, renang indah bisa secepatnya dikembangkan di pengda-pengda PRSI yang ada di Indonesia. Karena saat ini renang indah baru dikembangkan di tujuh pengda saja. “Renang indah akan dipertandingkan pada SEA Games 2011 nanti. Untuk itu diperlukan atlet-atlet yang layak untuk tampil pada event ini,” katanya.

Menurut dia, setiap pengda yang mengembangkan renang indah harus memiliki wasit yang bersertifikat FINA. Adapun pengajuannya terlebih dahulu harus melalui seleksi yang ketat mulai dari jajaran pengda, PB PRSI hingga diajukan ke FINA. Di Indonesia cabang renang indah baru dikembangkan di tujuh pengda yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Selatan, Jambi dan Sumatra Selatan. (Ant)



{Desember 31, 2009}   Lampard dipermainkan wasit

Selasa, 22/12/2009 | 01:02 WIB

LONDON, KOMPAS.com – Frank Lampard mengungkapkan, dirinya masih trauma dengan kegagalan mengeksekusi penalti saat duel versus Manchester City, dalam lanjutan Premier League, 5 Desember silam. Karenanya, ia merasa dikerjai wasit Mike Dean, ketika harus mengulang penalti sebanyak dua kali, saat duel versus West Ham United, di pentas Premier League, akhir pekan silam.

Pada duel versus City, Lampard dipercaya melakukan ekesekusi penalti di menit ke-83. Saat itu, Chelsea ketinggalan 1-2. Kegagalan Lampard membuat skor itu bertahan hingga akhir laga. Lampard pun merasa bersalah kepada tim.

Sejumlah kalangan kemudian menyarankan pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, untuk menunjuk pemain lain sebagai eksekutor penalti. Namun, Ancelotti menilai, menunjuk pemain lain cuma akan merusak mental Lampard dan tim. Menurutnya, kesalahan Lampard merupakan hal biasa dan bukan alasan untuk menariknya dari tugas.

Ancelotti konsisten dengan ucapannya. Ketika Chelsea mendapat hadiah di laga versus West Ham. ia mendaulat Lampard untuk melakukan eksekusi dari titik putih. Sialnya, wasit menganulir penalti Lampard sampai dua kali, karena menilai, pemain lain sudah bergerak sebelum peluit berbunyi. Baru pada eksekusi ketiga, wasit menyatakan itu sah, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.

Mengulang eksekusi penalti sampai dua kali membuat Lampard gugup. Selain karena baru pertama kali, ia khawatir gagal pada salah satu eksekusi dan wasit mengesahkan itu. Meski berhasil, ia tetap merasa wasit sebetulnya tak perlu menganulir penalti sampai dua kali.

Selain kepada wasit, Lampard juga kecewa kepada teman-temannya. Menurutnya, seandainya pada duel versus City, rekan-rekannya masuk kotak penalti sebelum peluit berbunyi, wasit Howard Webb akan menganulir penaltinya yang gagal dan memberi kesempatan kedua. Ia yakin, akan sukses di kesempatan kedua dan Chelsea pun terhindar dari kekalahan.

“Aku tak pernah mengulang penalti sebelumnya. Aku tidak terlalu menikmati (mengeksekusi penalti sampai tiga kali). Aku tak butuh itu semua, terutama setelah gagal penalti beberapa pekan silam. Ketika Anda menyarangkan bola, rasanya menyenangkan. Namun, bila Anda harus mengulang, Anda merasa sesuatu yang buruk akan terjadi,” ujarnya.

” Aku yakin, (yang bergerak masuk ke kotak penalti sebelum peluit berbunyi) adalah pemain mereka dan pemain kami. Aku yakin, (sering terjadi) seseorang melakukan penalti ketika pemain lain masuk dalam kotak. Jadi, kenapa wasit memilih melakukan penalti sampai tiga kali? Aku tidak tahu. Aku berharap, aku diminta



{Desember 31, 2009}   Persijap taklukkan Persebaya 1-0

JEPARA- Untuk kesekian kalinya, Persebaya Surabaya gagal membawa pulang poin penuh. Terakhir Anderson Da Silva dkk tumbang dengan skor tipis dari Laskar Kalinyamat julukan Persijap Jepara 1-0 (0-0) di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) kemarin (30/12).

“Ini akibat kesalahan pemain belakang yang kurang disiplin, seharusnya merka tahu apa yang harus mereka lakukan saat situasi seperti itu,” kilah pelatih kepala Persebaya Surabaya, Danurwindo seusai laga.Tidak hanya itu, Danur sapaan karib Danurwindo juga menuding kalau wasit M Safei asal Bandung kurang tegas dalam memimpin pertandingan itu.

“Banyak keputusan wasit maupun assiten wasit yang tidak tegas. Padahal banyak pelanggaran yang terjadi kepada kami dibarisan pertahanan mereka (Persijap Red),” tuding mantan Pelatih Persija Jakarta itu.

Selain masalah pemain belakang yang rapuh, Persebaya Surabaya juga gagal menunjukan karakter permainannya yang agresif dalam membangun serangan. Mereka seperti kehilangan semangat untuk menang.Ya, sampai babak pertama usai, praktis tidak ada serangan yang mematikan yang dilancarkan dari laskar Bajul Ijo julukan Persebaya itu.

Jangankan menggetarkan gawang Persijap, tendangan membentur mistar, seperti yang sering dilakukan dalam dua pertandingan terakhir, juga jarang terjadi dalam pertandingan tersebut.“ Sebenarnya mereka harus berani menendang bola ke arah gawang saat berada di kotak penalti,” jelad Danur, pelatih kelahiran Kutoharjo, Jawa Tengah itu.

Tidak sampai disitu, agresifitas serangan Persebaya juga belum muncul setelah masuk babak kedua. Tepatnya pada menit ke-66, Supriyono gagal memanfaatkan peluang emasnya, tendangan kerasnya masih melebr ke kanan gawang.Korinus Fengkreuw yang masuk menggantikan Mat Halil di menit ke-76 juga tidak mampu berbuat banyak.

Petaka kekalahan Persebaya terjadi pada menit ke-54. Itu setelah tandukan Sergio Junior yang melanjutkan umpan lambung dari Noorhadi, gagal diantisipasi oleh Endra Prasetya penjaga gawang Persebaya Surabaya.“Kami hanya bisa beryukur, sebab tim yang kami kalahkan adalah tim besar, yang pelatihnya sekelas Danurwindo,” tutur Assisten Pelatih Persijap, Anjar Jambore Widodo seusai laga.

Dengan kekalahan itu, akan menjadi pelajaran tersendiri bagai Persebaya. Sebab, hasil itu akan menambah beban mereka saat menghadapi Persela Lamongan nanti. Selain itu, posisi Daurwindo yang dalam tiga kali pertandingan gagal meraih hasil maksimal juga masih aman di mata manajemen Persebaya.

“Kami baru bisa memberikan keputusan tentang posisi dia (Danurwindo, Red.) setelah enam laga terakhir. Kalau masih gagal. Maka kami terpaksa mencari ganti,” tutur manajer Persebaya, Surabaya Saleh Ismail Mukadar.(dik/jpnn)



{Desember 31, 2009}   Sejarah Softball

Sejarah singkat

Permainan Softball tepatnya lahir di Amerika Serikat, yang diciptakan oleh George Hancoc di kota Chicago tahun 1887. Awalnya sofball dimainkan hanya untuk kegiatan rekreasi semata dan dilakukan di lapangan tertutup. Namun ternyata dalam waktu singkat softball justru menjadi permainan yang banyak digemari masyarakat disana waktu itu. Daya tarik yang utama mengapa permainan ini cepat dicintai masyarakat, karena permainannya berbeda-beda dengan baseball (bisbol). Softball dapat dimainkan oleh setiap orang dengan tidak memandang usia, baik pria ataupun wanita, dan tak memerlukan lapangan yang luas dan yang terutama dapat dimainkan di gelanggang tertutup. Dari Amerika Serikat, olahraga ini berkembang ke Kanada dan dari sanalah softball makin berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Mengingat perkembang softball dari permainan rekreasi menjadi suatu cabang olahraga, maka diperlukan peraturan-peraturan yang seragam sehingga dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi semua negara. Untuk membuat peraturan-peraturan tersebut, harus ada badan yang mempunyai wewenang untuk itu.

Kemudian lahirlah Federasi Softball Internasional (International Softball Federation). Badan inilah yang akhirnya membuat perturan-peraturan yang menyangkut permainan olahraga softball yang berlaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia pada saat ini. Naskah aslinya tertulis dalam bahasa Inggris, yang banyak diterjemahkan oleh negara-negara anggotanya. Dalam menjabarkan peraturan ke bahasa nasional negara anggota, ada ditemui beberapa kesulitan untuk memberi pengertian yang tepat. Hal ini sering pula menjadikan sedikit beda pendapat/perselisihan mengenai peraturan. Untuk mengatasi hal itu, maka bila terjadi kasus demikian, yang dipergunakan pemecahan masalah adalah naskah peraturan aslinya, dalam bahasa Inggris.

Terbentuknya Federasi Softball Internasional itu, maka memungkinkan diadakannya pertandingan antar negara yang bersifat internasoinal. Kemudian diselenggarakan kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional, regional dan dunia.

Diterimanya Federasi Softball Internasional menjadi anggota Komite Olympiade Internasional, maka peluang softball untuk dipertandingkan di Olympiade di masa-masa mendatang menjadi lebih terbuka. Usaha ke arah itupun telah dirintis, ketika Olympiade Meksiko, Softball menjadi cabang olahraga yang didemonstrasikan, untuk lebih dikenal lagi.



{Desember 31, 2009}   sejarah peraturan Sepak Bola

Permainan sepak bola yang sudah melintasi puluhan abad memang terus mengalami perkembangan, termasuk didalamnya mengenai aturan yang digunakan dalam permainan. Sejarah dunia telah mencatat serangkain peristiwa penting terkait peraturan ini, sebagai berikut:

  • 1815 Eton Collage membuat peraturan baku sepak bola rugby.
  • 1848 Lahir peraturan Cambridge rules, karena disukai oleh banyak kampus di Inggris. Maka akhirnya menjadi aturan sepak bola
  • 1863 Sebelas klub sepak bola London mengadakan pertemuan di Freemason’s Travern untuk menyusun peraturan dasar permainan sepak bola. Saat itu terbentuk Football Association (FA).
  • 1868 FA memunculkan aturan larangan untuk menyentuh bola dengan tangan. Dengan aturan ini maka sepak bola terpisah dengan rugby.
  • 1888 William McGreror (direktur Aston Villa) berhasil mengajak 12 klub menyetujui aturan partai kandang – tandang. Liga Inggris resmi bergulir tanggal 8 september 1888
  • 1904 Pembentukkan Federation International Football Association (FIFA)
  • 1930 Pelaksaan piala dunia I di Uruguay pada tanggal 13-30 Juli, dan hasilnya tuan rumah menjadi juara setelah mengalahkan Argentina 4-2.
  • 1956 Piala Champions digelar pertama kali di Perancis.


{Desember 31, 2009}   Resiprokal

TUGAS

RESIPROKAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu

Matakuliah Teknologi Pembelajaran Penjas

Dosen Pengampu Nur Rohmah Muktiati, M.Pd.

Disusun Oleh :

Adhen Willy Munendra

07601241068

PJKR B

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2009

LEMBAR KERJA

Nama               :                                                                       (siswa 1)

NIM                :

Kelas               :

No. Gambar Uraian Kegiatan
Ya Tidak
1.

2.

3.

4.

5.

Sikap awal, regangkan kaki sejajar bahu dan badan tegak.

Lutut agak di tekuk, posisi kaki depan belakang.

Kedua tangan lurus dan posisi kedua telapak tangan menyatu. Badan condong ke depan.

ayunkan tangan dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal

perkenaan bola ke lengan tergantung sasaran yang dituju (bila bola akan diangkat ke atas maka perkenaan bola ke tangan saat tangan lurus sejajar tanah). Tapi garis besarnya untuk passing bawah perkenaan bola di lengan bawah.

Korektor          :

LEMBAR KERJA

Nama               :                                                                       (siswa 2)

NIM                :

Kelas               :

No. Gambar Uraian Kegiatan
Ya Tidak
1.

2.

3.

4.

5.

Sikap awal, regangkan kaki sejajar bahu dan badan tegak.

Lutut agak di tekuk, posisi kaki depan belakang.

Kedua tangan lurus dan posisi kedua telapak tangan menyatu. Badan condong ke depan.

ayunkan tangan dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal

perkenaan bola ke lengan tergantung sasaran yang dituju (bila bola akan diangkat ke atas maka perkenaan bola ke tangan saat tangan lurus sejajar tanah). Tapi garis besarnya untuk passing bawah perkenaan bola di lengan bawah.

Korektor          :



{Desember 30, 2009}   Ular Naga Panjang

TUGAS

Ular Naga Panjang

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu

Matakuliah Teknologi Pembelajaran Penjas

Dosen Pengampu Nur Rohmah Muktiati, M.Pd.

Disusun Oleh :

Adhen Willy Munendra

07601241068

PJKR B

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2009

ULAR NAGA PANJANG

Langkah permainan             :

  1. Siswa dibariskan menjadi dua saf, dilanjutkan dengan berdoa bersama.
  2. Kemudian siswa dibagi menjadi dua kelompok.
  3. Pilih salah satu orang untuk menjadi kepala dan siswa yang lain menjadi ekornya.
  4. Permainan berakhir apabila salah satu ular berhasil mempunyai ekor yang terpanjang dan dapat dikatakan sebagai pemenangnya. Dan lawan yang hanya mempunyai sisa ekor pendek inilah yang kalah.

Cara Bermain                        :

Siswa dibagi menjadi dua kelompok, katakanlah ular 1 dan ular 2. Pilih salah satu siswa untuk menjadi kepala ular, kemudian siswa yang lain menjadi ekornya dan berbaris dibelakangnya. Kepala ular bertugas melakukan gerakan untuk menangkap ekor lawan, tetapi kepala juga berusaha menambah panjang tubuh dengan menangkap ekor lawan.

Gambar    :



et cetera